AKIBAT DARI KEMACETAN BAGI PENGGUNA JALAN

Setiap kota besar pasti pernah dan akan mengalami kemacetan. Terutama Jakarta. Akibat dari kemacetan yang biasanya dirasakan oleh setiap orang ialah perasaan jengkel, lelah, tidak sabaran, gelisah, hingga terkadang emosi. Beberapa kota juga menerapkan sistem dan aturan tertentu agar kemacetan tidak lagi terjadi. Namun tentunya hal ini tidak bisa hilang dalam sekejap.

Akibat yang Biasanya Terjadi di Kemacetan

Kemacetan tidak hanya menyebabkan kerugian secara emosional, tapi juga kerugian dari sisi materil yang bahkan meningkat setiap tahunnya. Banyaknya waktu, dan tenaga yang terbuang membuat hal ini perlu penanganan dan kesadaran ekstra dari pemerintah dan para pengguna jalan sendiri. Apa-apa saja yang biasanya terjadi akibat dari kemacetan yang tinggi akan dibahas di sini.

  • Kerugian Waktu

akibat dari kemacetan

Hal ini sudah sangat jelas disebutkan sebelumnya. Macet memang memakan waktu yang tidak sebentar. Hal ini pasti menyebabkan pengguna jalan kehilangan banyak waktu. Padahal mereka harus sampai di tempat tujuan (kantor, sekolah, dan tempat lainnya) tepat waktu. Dari hal ini sebaiknya mereka belajar untuk berangkat lebih awal lagi dari waktu yang telah diestimasikan.

  • Kerugian Materil

akibat dari kemacetan

Dengan adanya kemacetan yang panjang, penggunaan BBM juga akan meningkat. Bagi mereka yang biasanya membawa kendaraan sendiri, BBM pasti akan menjadi boros, sehingga akan menambah pengeluaran. Ada baiknya pengguna jalan yang membawa kendaraan sendiri beralih menggunakan moda transportasi umum. Agar kerugian materil tidak terus bertambah.

  • Tingkat Stress yang Tinggi

akibat dari kemacetan

Stress sudah pasti dialami oleh setiap pengguna jalan di kota besar. Karena setiap harinya harus berhadapan dengan kemacetan. Biasanya mereka stress karena ingin segera sampai di tempat tujuan. Tapi pada kenyataannya tidak bisa. Seperti yang disarankan sebelumnya, bahwa sebaiknya berangkat lebih awal lagi, sebelum jalur-jalur yang anda lewati terkunci kemacetan.

  • Kelelahan

akibat dari kemacetan

Setiap orang yang mengalami kemacetan pasti merasakan lelah dan penat. Hal ini diakibatkan terus bergeraknya anggota tubuh seperti tangan dan kaki. Baru jalan sebentar, sudah rem lagi untuk berhenti, dan seterusnya. Seperti saran di atas, lebih baik mulai beralih menggunakan transportasi umum.

  • Banyaknya Kendaraan yang Tiba-Tiba Pindah Jalur

akibat dari kemacetan

Ketika semua orang terjebak dalam kemacetan, pasti akan ada kendaraan-kendaraan yang tiba-tiba berpindah jalur. Menerobos jalan yang agak luang untuk dilewati, bahkan jalan di pinggir jalur yang berlawanan. Hal ini biasanya didominasi oleh para pengguna sepeda motor. Dan malah akan menyebabkan kendaraan lain seperti mobil akan terus terhenti dan susah bergerak.

  • Meningkatkan Polusi Udara

akibat dari kemacetan

Salah satu hal yang menyebabkan tingkat polusi udara menjadi tinggi yaitu kemacetan. Ini dikarenakan pada kecepatan kendaraan yang rendah, konsumsi energi pada kendaraan justru akan lebih tingggi, dan mesin juga tidak beroperasi pada kondisi yang optimal. Sehingga menyebabkan keluarnya asap dari setiap kendaraan menjadi terkumpul dan tingginya polusi.

Setelah kita mengetahui apa-apa saja akibat dari kemacetan yang sangat merugikan, para pengguna jalan sebaiknya berbenah diri dan bersikap dewasa saat di jalan dan berkendara. Perlunya sopan santun di jalan juga diperlukan. Jangan seenaknya memarkir kendaraan, ragu-ragu di jalan, berkendara tidak pada jalurnya yang akan menyebabkan tingkat kemacetan semakin tinggi. Hal ini dikarenakan kurangnya jumlah personil atau jasa pengatur lalu lintas yang aktif di jam kerja. Dan bisa juga terjadi karena jalur yang masih terlalu sempit, mungkin berbeda anggapan dari sebuah jasa service karpet masjid, sebuah jasa lalu lintas lebih berperan aktif dalam setiap pekerjaannya. Karena akibat kesalah sedikit dalam setiap pelaksanannya akan mengakibatkan suatu kemacetan yang tiada hentinya. Memang perlunya orang yang sangat ahli dalam menangani setiap kemacetan yang terjadi.

Leave a Reply