Covid-19 : Urgensi Patuhi Pembatasan Sosial Oleh Perusahaan dan Masyarakat

Upaya untuk menekan penyebaran virus Covid 19 butuh kerja sama dari berbagai pihak. Pemerintah Daerah Tangerang Selatan dan Kota Bekasi terus mengimbau warganya agar membatasi aktivitas di luar dan bekerja di rumah. Namun jika imbauan tersebut tidak dipatuhi oleh perusahaan dan warga secara serius, maka hal tersebut akan percuma

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun turut menyerukan agar warga tinggal di rumah saja dan hanya keluar jika ada keperluan mendesak dan tetap memastikan jaga jarak dalam rangka pembatasan sosial.

Tak hanya kepada masya saja, dalam seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menegaskan agar dunia usaha juga mematuhi kebijakan bekerja di rumah. Akan tetapi apabila penutupan total kantor tak memungkinkan, perusahaan wajib mengurangi jumlah karyawan piket dan jam kerja seminimal mungkin.

”Penyebaran Covid-19, jika kebijakan pemerintah tidak dipatuhi, tentu dampaknya akan buruk bagi karyawan atau warga. Imbauan tersebut sangat penting bagi para pekerja, khususnya warga Tangsel, karena masih banyak warga kami yang bekerja. Jadi kami juga mengimbau agar perusahaan meniadakan atau mengurangi jam kerja agar karyawan bekerja di rumah saja,” kata Benyamin, Pemerintah Tangerang Selatan mengamini kebijakan Anies Baswedan.

Benyamin menyampaikan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sudah seminggu ini memberikan imbauan dan terus menyosialisasikan kepada perusahaan serta warga pekerja agar membatasi aktivitas di kantor.Sebab kaum inilah yang sehari-hari terus melakukan aktivitas keluar rumah.

”Pemkot Tangerang Selatan sejak awal minggu ini menerapkan work from home (WFH) bagi pegawai. Salah satu penerapannya giliran piket. Ini kesadaran bersama, kesadaran sosial untuk bersama menjaga setiap pribadi, keluarga, serta masyarakat luas untuk menekan penyebaran virus Covid-19,” kata Benyamin.

Seruan tegas pun disampaikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kepada warga agar menahan diri tidak beraktivitas berlebihan di luar rumah. Diketahui Bekasi adalah kota terbanyak yang memiliki pasien positif Corona dri Jawa Barat.

”Aturan pemerintah pusat sudah ada. Dari pemerintah daerah, seperti imbauan dari Gubernur DKI, juga sudah keluar. Dari kami juga ada. Warga jangan nekat keluar. Kerja di rumah. Perusahaan juga harus mematuhi aturan untuk pembatasan jam kerja atau meniadakan kegiatan perkantoran untuk sementara waktu. Dalam kondisi ini (penyebaran virus Covid-19) mari menahan diri,” ujar Rahmat.

Covid-19 : Urgensi Patuhi Pembatasan Sosial Oleh Perusahaan dan Masyarakat

Perlu Kerjasama Dari Semua Pihak

Terkait tingginya angka kasus di Kota Bekasi, Pemkot Bekasi mengeluarkan surat edaran untuk menekan penyebaran Covid-19. Dalam surat edaran tersebut, kata Rahmat, Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi Kota dan Komandan Distrik Militer (Dandim) Bekasi diajak bersama turun untuk menekan penyebaran Covid-19.

Selanjutnya, Polres dan Dandim akan membentuk tim war-war yang bertugas menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dan menghimpun informasi mata rantai keberadaan warga yang pernah bersentuhan dengan PDP atau warga yang positif Covid

Tak cukup hanya itu, Pemerintah juga meminta kepada Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Bekasi agar memberikan informasi terkait antisipasi dan preventif ke forum-forum masjid terkait penyebaran virus korona baru itu. Dimana salah satu imbauannya adalah dengan melakukan social distancin

Masyarakat diminta untuk menghindari dan mengurangi aktivitas di luar rumah serta berkumpul dalam jumlah besar. Berbagai tempat hiburan malam, seperti tempat karaoke dan diskotek sudah mulai tutup.

”Sebaran edukasi dan tanggung jawab dalam kondisi menjaga wilayahnya tetap kondusif agar tidak terjadi keresahan. Kita semua mempunyai kewajiban untuk menyampaikan berita yang benar untuk kebaikan bersama,” ujar Rahmat.

”Saya harap warga yang pernah berinteraksi dengan PDP atau pasien positif mengisolasi diri di rumah atau bisa menghubungi pihak rumah sakit untuk diperiksa. Tidak ada alasan rumah sakit menolak atau menelantarkan pasien atau warga Bekasi yang mau periksa,” kata Rahmat.

 

Leave a Reply