Kenapa Media Sosial Punya Dampak Negatif?

Kenapa Media Sosial Punya Dampak Negatif?

Dunia modern memang tidak bisa terlepas dari fenomena kemajuan teknologi. Seolah tidak ada kata berhenti, para ilmuwan dan para ahli teknologi di seluruh dunia terus melakukukan penelitian dan menemukan teknologi teknologi canggih yang dapat di gunakan untuk kemajuan hidup manusia.

 

Kemajuan teknologi yang begitu pesat terkadang tidak di imbangi dengan pengetahuan manusia sebagai pengguna tentang sebab dan akibat penggunaan teknologi yang ia gunakan.

 

Semua penemuan teknologi yang ada hingga saat ini tentu lah memang memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pula teknologi tersebut bisa memunculkan dampak yang negative khususnya apabila penggunaan nya tidak di barengi dengan pengetahuan dan penggunaan yang tepat.

 

Dampak negative yang paling sering di rasakan oleh manusia adalah rasa ketergantungan terhadap teknologi yang di gunakan.

 

Misalkan saja media social. Siapa yang tidak kenal dengan berbagai aplikasi media social yang tersebar di di internet? Mulai dari facebook, line, WhatsApp, Youtube, Instagram dan lain sebagainya.

Kemungkinan besar, media media social kedepannya juga akan terus berkembang dan bertambah jumlahnya.

 

Media social ini merupakan salah satu bagian dari kemajuan teknologi gadget dan android yang selalu dinamis setiap tahunnya.

 

Android dan media social memang paket lengkap yang tidak bisa di pisahkan sejak pertama kali seseorang mendaftarkan diri di dalam aplikasi tersebut setelah membeli android.

 

Memang tidak ada yang salah dari penggunaan media social. Ada banyak manfaat yang dapat di ambil, misalkan meningkatkan kreativitas seseorang, sebagai media unjuk diri dan kemampuan, media informasi dan komunikasi, dan lain sebagainya.

 

Namun selain membuat ketergantungan, ternyata ada pula dampak negative lain dari media social ini.

 

Dampak Negatif

  1. Mengurangi Rasa Percaya Diri

Di dalam media social, ada jutaan pengguna yang terdiri dari berbagai negara dengan segala perbedaan nya, seperti warna kulit, budaya, usia, jenis kelamin dan lain lain.

Media social biasanya di jadikan salah satu media bagi seseorang yang ingin mengekspresikan jati diri dan apa yang dia miliki serta apa yang dia inginkan.

Itulah mengapa, media social sangat erat sekali kaitannya dengan gaya hidup seseorang.

Umumnya, seorang influencer memiliki sesuatu dalam dirinya yang bisa di tonjolkan, seperti, gaya berbusana, aktivitas keseharian, kehidupan social bahkan hingga kehidupan pribadi yang rasanya selalu menarik untuk di ikuti.

Tentu beruntung bagi mereka yang memiliki rasa percaya diri dan sumber daya yang mumpuni a.k.a (cantik/tampan, kaya, fisik sempurna, otak cerdas, dll).

Namun di balik gemerlap media social, justru banyak memunculkan rasa ketidak puasan terhadap diri mereka yang berimbas pada rasa percaya diri yang menurun.

Kebiasaan membanding bandingkan diri sendiri dengan orang lain semakin memperparah kondisi tersebut.

Akibatnya, seseorang merasa minder dan tidak bisa menggali potensi nya melalui media social.

  1. Produktivitas Berkurang

Berselancar di media social sembari membaca berita berita terkini tentang trend dan gaya hidup memang selalu menyenangkan. Ada banyak hiburan yang bisa di akses mulai dari gambar, meme, hingga video video tentang hal hal yang kita gemari.

Akibatnya, kita bisa menghabiskan waktu berjam – jam tanpa di sadari saat sedang bermain hp dan berselancar di dunia maya.

Rasanya tidak akan ada habis nya mencari info ter update yang setiap saat selalu muncul dan terlihat menarik.

Padahal ada banyak kegiatan kegiatan positif lain yang bisa di lakukan dan bermanfaat secara langsung bagi diri sendiri. Contohnya belajar atau bekerja.

Oleh sebab out, orang yang terlalu lama berselancar di media social / kecanduan, cenderung kurang produktif dalam kehidupannya.

  1. Boros

Untuk bisa mengakses segala fasilitas dan fitur fitur dari ponsel yang di miliki, tentu tidak gratis. Terutama untuk mengakses media social. Saat ini memang ada banyak perusahaan telekomunikasi yang bersaing menyediakan paket internet dengan harga yang murah meriah dengan koneksi yang kencang.

Namun semurah apapun itu, tentu pada intinya anda harus mengeluarkan biaya. Apalagi jika sering menggunakannya. Tentu kebutuhan paket internet juga akan bertambah dan otomatis menambah pengeluaran.

 

Leave a Reply