Pengaruh Buruk Lingkungan Untuk Anak

Pengaruh Buruk Lingkungan Untuk Anak

Kecenderungan anak yang senang meniru apa yang ia lihat dan dengar di sekelilingnya tentu memberi kekhawatiran tersendiri bagi para orangtua. Mereka harus memperhatikan lingkungan tempat anak berada baik di rumah, sekolah, dan lain lain.

Jika anak berada di lingkungan yang baik maka perilaku anak juga akan turut baik, namun sebaliknya jika anak berada di lingkungan yang buruk maka perilaku anak pun juga akan ikut terpengaruh.

Lingkungan yang baik juga akan memberikan dampak positif bagi anak. Contoh dari lingkungan yang baik adalah lingkungan yang orang orang nya ramah, jujur, sopan, ringan tangan dan memiliki kepedulian satu sama lain.

Namun sayangnya tidak semua lingkungan baik untuk anak. Itulah kenapa peran orangtua sangat penting dalam menjaga dan mengawasi pergaulan anak.

Karena anak belum mampu membedakan mana lingkungan yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya, maka orangtua lah yang seharusnya peka dan tanggap dalam mencarikan lingkungan yang baik bagi anak.

Jika tidak di arahkan dan di bekali dengan pendidikan karakter yang kuat, anak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan nya.

Lalu perilaku seperti apa yang ada di lingkungan dan dapat memberikan pengaruh buruk bagi anak?

Pengaruh Buruk Lingkungan Untuk Anak

Perilaku Buruk Di Dalam Lingkungan

 

  1. Berbicara kotor/ tidak sopan

Barangkali bagi orang dewasa, mengatakan sesuatu yang memiliki makna jorok/ mengumpat, memaki dan berkata kasar adalah hal yang biasa di dengar/ di katakan. Namun bagaimana jadinya jika yang mendengar adalah anak anak yang natabene belum paham arti dari kata/ kalimat tersebut?

Selain itu mendengar kata kata kotor dan tidak sopan keluar dari mulut anak yang belum dewasa rasanya sangat tidak pantas dan sangat mengganggu.

Oleh sebab itu, jauhkan anak dari lingkungan yang memiliki kebiasaan buruk seperti mengumpat dan berkata jorok.

  1. Cuek/ Tidak Peduli

Jika ingin mengajarkan nilai nilai kebaikan kepada anak waktu paling tepat adalah saat masih kanak kanan dan belum menginjak remaja. Itulah saat paling tepat menanamkan nilai nilai kebaikan dalam diri anak meski pada usia remaja dan di atasnya pun anda tetap harus mengajari hal tersebut.

Anak yang sejak kecil sudah di didik dan di ajarkan kebaikan akan lebih mudah menerima hal hal baik di masa dewasa nya. Berbeda dengan mereka yang sudah dewasa namun ketika kecil tidak di ajarkan oleh orang tua / sudah terpengaruh dengan lingkungan yang buruk, akan lebih sulit untuk mengajarkan kebaikan karena baginya hal itu merupakan sebuah konsep yang baru.

Lingkungan yang terlalu individualis dan tidak memiliki kepedulian satu sama lain dapat memberi pengaruh buruk bagi anak yakni sikap cuek dan tidak peduli kedalam hal negative.

Artinya sifat cuek dan tidak peduli tersebut tetap ada disaat orang lain butuh pertolongan.

  1. Kekerasan

Kekerasan  tidak hanya berupa kekerasa fisik saja namun juga dapat berupa kekerasan verbal (bullying). Keduanya sama sama buruk dan tidak boleh di lihat atau di tiru oleh anak. Kekerasn secara fisik yang berbahaya tidak hanya kekerasan antara manusia namun segala kekerasan kepada makhluk hidup yang lain yaitu hewan maupun tumbuhan. Anak yang seringkali di perlihatkan perilaku kasar juga bisa tumbuh menjadi pribadi yang kasar ketika dewasa nanti. Untuk itu sejak kecil tanamkan kasih saying yang berlimpah kepada anak agar ketika dewasa bisa tumbuh menjadi orang yang penyayang dan peduli.

Leave a Reply