PENTINGNYA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK

Tingkat kesuksesan dan keberhasilan seseorang ditentukan sejak usia dini. Karena pada usia 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga mencapai 80%. Pada usia tersebut otak dapat menyerap berbagai informasi tanpa memfilternya. Itu mengapa pembentukan karakter anak amat sangat penting. Dengan begitu mereka akan belajar untuk mengetahui mana hal yang baik ataupun yang buruk.

Cara Untuk Membentuk Karakter Anak

Ada beberapa cara untuk membentuk karakter pada anak. Sehingga mereka memiliki pondasi yang kuat untuk tidak meniru/mengikuti hal-hal buruk yang ada di sekitar mereka. Orang tua dan guru diharapkan dapat berperan serta secara ekstra untuk pembentukan karakter anak baik di rumah, sekolah, dan lingkungan lainnya. Berikut beberapa cara yang mungkin bisa anda terapkan.

  • Sikap Orang Tua yang Konsisten

pembentukan karakter anak

Orang tua adalah contoh dan tauladan bagi anak-anaknya. Apa yang anda lakukan, akan dilihat dan cenderung akan ditiru oleh mereka. Bersikaplah konsisten, terhadap apa yang anda perbuat, lakukan dan ucapkan. Lakukan, dan ucapkan apa yang baik, sehingga mereka akan mengingat dan meniru apa yang baik-baik saja.

  • Mendidik Melalui Agama

pembentukan karakter anak

Terapkan agar anak percaya akan adanya Tuhan. Sehingga semakin dini mereka mengenal agama dan Tuhan, iman mereka akan semakin tumbuh dan kuat. Ajarkan mereka cara beribadah menurut kepercayaan anda masing-masing. Ajak mereka untuk pergi ke tempat ibadah dan rutinitas mengikuti kegiatan agama, apabila sudah ada di masjid yang nantinya sudah tertera beberapa kegiatan di papan masjid yang sudah di teteapkan jam digital masjid, maka pada jam tersebut anak sudah harus berada dan siap mengikuti segala acara keagamaan di dalam masjid.

  • Tidak Memanjakan Anak

pembentukan karakter anak

Sikap memanjakan anak cenderung dimiliki oleh setiap orang tua. Terutama yang baru memiliki satu anak. Sebaiknya anda membiasakan diri untuk tidak berlaku demikian. Karena dampaknya bagi pertumbuhan anak sangat tidak baik, terutama ketika mereka sudah besar dan dewasa kelak. Anak yang dimanjakan akan cenderung memiliki sifat egois, lemah, dan mudah putus asa.

  • Mulailah Dengan Hal-Hal Kecil

Ajarkan untuk membiasakan mengatakan hal-hal kecil tapi sangat berarti. Misalnya kata “Halo” ketika bertemu dengan orang lain, “Terima Kasih” ketika diberi/menerima sesuatu dari seseorang, “Maaf” jikalau kita melakukan kesalahan, dan lain-lainnya. Dengan begitu pembentukan karakter melalui hal kecil tersebut akan berdampak sampai mereka besar.

  • Ajarkan Untuk Berbagi Pada Sesama

pembentukan karakter anak

Anak yang tidak diajarkan untuk berbagi dan mengalah kepada teman ataupun orang di sekitarnya, akan tumbuh menjadi pribadi yang cenderung meremehkan dan tidak menghargai orang lain. Maka dari itu mulailah untuk mengajarkan mereka bagaimana caranya berbagi dengan sesama dan menghargai orang lain.

  • Didik Anak Hingga Dewasa

pembentukan karakter anak

Anak yang sudah tumbuh dewasa tentunya sudah cukup mengerti mana hal yang baik ataupun yang buruk. Lanjutkan mendidik mereka setidaknya dengan mengawasi mereka. Sehingga anda tetap bisa mengontrol dan mengingatkan mereka ketika mereka (misalnya) melakukan hal yang tidak baik.

Mengajarkan anak anda membaca, berhitung, atau ilmu yang lainnya itu sangat mudah, ketimbang menerapkan pembentukan karakter anak sejak dini. Karena dengan begitu anda bisa mengenalkan hal yang tidak baik sejak dini untuk mereka hindari. Yakinlah bahwa anda bisa menerapkan hal-hal tersebut di atas dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari demi masa depan mereka sendiri.

Leave a Reply