Penyeab Kekerasan karena Hubungan Orang Tua Dan Anak

Banyak yang mengatakan bahwa memberikan sebuah asuhan yang tepat dapat memicu pertumuhan dan perkembangan otak serta psikis yang baik bagi si anak itu sendiri. Sebuah perlakuan yang baik, dan asuhan yang baik dengan berbagai pertimbangan tentu saja akan menghasilkan sebuah hasil yang baik terhadap tumbuh kembang si anaknya tersebut. Sangat miris sekali ditemukan di negara Indonesia ini yang mana dari hasil survei yang telah ada, banyak sekali ditemukan angka kekerasan dan juga angka kematian anak yang memuncak di periode ini . Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya intensitas hubungan keluarga dari pihak orang tua dan juga dengan si anak. Sehingga akan memicu berbagai permasalahan yang ada di dalam sebuah hubungan kekeluargaan. Adapun di dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai sebuah penyebab atas Kekerasan karena Hubungan Orang Tua dan anak yang kurang baik. Perbaikan hubungan bisa dilakukan di tempat jual karpet masjid.

6 Pemicu Kekerasan Karena Hubungan Orang Tua dan Anak Yang Kurang Harmonis

Beberapa uraian berikut ini adalah berkaitan dengan hal-hal yang membuat seseorang menjadi ingin menyakiti dan juga memberikan hakim sendiri. Berikut beberapa penyebab utamanya dalam kekerasan yang terjadi di negara Indonesia khususnya.

  1. Rendahnya pemahaman didikan orang tua terhadap anak

penyeab kekerasan

Rendahnya pemahaman akan menjadi sebuah pemicu dalam sebuah hubungan keharmonisan seorang ibu atau ayah terhadap anaknya. Dengan pola asuh yang salah tentu saja akan membuat imbal balik terhadap mereka para orang tuanya sendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa kenakalan seorang anak menjadi hal yang mendasar dan kesalahan dari si anak tersebut. Padahal jelas saja, semua ini kembali lagi kepada si orang tua yang mendidik si anak tersebut. Pada dasarnya, sang anak hanya berupaya mempraktikkan apa yang orang tua lakukan terhadapnya.

  1. Pola asuh yang terbilang ekstrem

penyeab kekerasan

Dimana dalam perlakuan ini, seorang ibu mungkin lebih senang mendidik anaknya untuk menghalangi anaknya melakukan hal yang tidak diinginkan dan hal yang negatif dengan cara yang terbilang salah dan keras. Dengan begitu akan membuka sebuah kemungkinan anak menjadi semakin melawan dan juga memicu terjadinya sebuah kekerasan karena sang ibu yang tidak ingin kalah dari pendapat anaknya.

  1. Pengetahuan yang masih dibawah rata-rata

penyeab kekerasan

Seorang ibu yang mendidik anakny tentu saja perlu dibekali sebuah ilmu yang cukup dan juga ilmu yang sangat mendasar dalam praktiknya. Agar tidak salah dan juga timbul hubungan timbal balik yang positif. Seorang ibu dengan pendidikan di bawah rata-rata cenderung akan mementingkan ego dan tidak memikirkan apa dampaknya bila ia memarahi sang anak dengan hal yang ketat dan juga keras.

  1. Tingkat ekonomi keluarga

penyeab kekerasan

Dimana dalam kaitannya dengan bidang ekonomi adalah hal yang biasanya terjadi adalah bila seorang keluarga utamanya ayah dan juga ibu yang sedang dilanda krisis ekonomi tentu saja memiliki tingkat psikis yang sangat rendah sekali. Sehingga bisa memicu kekerasan.

  1. Adanya pengalaman di masa lalu yang masih membekas

penyeab kekerasan

Pengalaman yang dialami oleh orang tua jaman dahulu bisa menjadi sebuah penyebab sementara mengapa ia melampiaskan kepada anaknya. Mungkin saja berkaitan dengan kepuasan dan juga penyakit psikologis lainnya.

  1. Pendidikan agama yang masih kurang

penyeab kekerasan

Untuk tingkat pendidikan tersebut yang terbilang masih kurang tentu saja akan memicu pemahaman dari pada para pengajar yang mungkin menganggapnya semua benar. Dengan membekali pemahaman agama yang tinggi akan dapat mengurangi kekerasan kekularga.

Leave a Reply