Self Help, Pertolongan Pertama Pada Depresi

Self-help merupakan sebuah cara yang bisa di lakukan oleh seseorang untuk menolong dirinya ketika menghadapi sebuah masalah. Namun disini kita akan lebih fokus pada diri sendiri dan juga menghindari factor factor yang dapat jadi penyebab depresi.

Setidaknya, ketika tahu strategi self-help ini anda dapat membantu mengatasi atau meringankan rasa depresi yang di hadapi oleh seseorang dan mendapatkan gaya hidup yang lebih baik. Rasanya akan sangat damai seperti saat menginjakkan kaki di karpet masjid .

Menurut studi BMC Psychiatry, factor yang dapat jadi pemicu timbulnya depresu antara lain adalah genetic, kepribadian dan kognisi, serta stessor lingkungan, dan juga gaya hidup.

Ternyata gaya hidup juga menjadi factor pemicu yang cukup penting untuk depresi. Maka dari itu, kita tidak boleh mengabaikan gaya hidup begitu saja. Sebab orang yang menerapkan gaya hidup tidak seimbang bisa memiliki resiko terkena depresi yang lebih besar kedepannya.

Harusnya hidup juga diimbangi dengan ibadah kepada Tuhan. Bersujud diatas karpet masjid dan sholat.

Rubahlah gaya hidup kearah yang produktif sehingga dapat memberi dampak positif untuk depresi. Inilah contoh gaya hidup yang dapat di terapkan sebagai bentuk self-help

Self Help, Pertolongan Pertama Pada Depresi

Kebiasaan Cegah Depresi

  1. Aktif olahraga

Olahraga memiliki banyak sekali manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Ternyata tak hanya manfaat secara fisik saja yang bisa didapat namun juga manfaat secara mental. Ketika seseorang berolahraga,misalnya berlari selama 15 menit ataupun berjalan selama 1 jam, akan dapat mengurangi resiko terkena depresi mayor sebanyak 26 %. Sebab olahraga dapat menghasilkan hormone endorphin yang membuat anda merasa senang sekaligus semangat.

Oleh sebab itu, mulailah jadikan olahraga sebagai opsi yang paling efektif untuk mengatasi depresi.

  1. Menulis jurnal harian

Salah satu cara yang sederhana untuk mengurangi beban pikiran yang anda rasakan adalah dengan menuliskannya dalam sebuah jurnal. Menurut penelitian dari University of Rochester, menulis jurnal bisa mengurangi stress, mengatasi depresi dan juga mengendalikan kecemasan yang anda rasakan.

Didalam catatan harian tersebut, anda bisa bebas menuliskan apa saja yang anda rasakan tanpa takut di hakimi. Termasuk semua perasaan perasaan negative tersebut, salurkanlah kedalam sebuah kertas agar anda tidak terus menerus memikirkannya.

  1. Konsumsi makanan sehat

Orang yang mengalami depresi membutuhkan banyak nutrisi dan gizi agar dapat mendukung kondisi fisik dan mental yang banyak terkuras.

Berdasarkan informasi dari alodokter, orang yang teriasa memakan makanan bergizi seperti sayuran, buah, ikan, daging tanpa lemak maupun gandum utuh memiliki resiko depresi 25 hingga 35 persen lebih rendah di bandingkan mereka yang telah terbiasa memakan makanan kemasan.

  1. Bersosialisasi

Dukungan social tentu memegang peran sangat penting bagi kesehatan mental seseorang. Berdasarkan studi yang di lansir dari Internasional Journal of Mental Health Systems, dukungan social memiliki peran penting sebab dapat memberi solusi permasalahan yang di hadapi seseorang ketika stress maupun depresi.

  1. Tidur cukup

Seseorang yang memiliki tidur berkualitas akan memiliki kemampuan berfikir dan kemampuan mengendalikan emosi. Sebaliknya, orang yang kurang tidur akan kesulitas untuk fokus dan mudah mengalami mood swings.

Maka dari itu kebiasaan tidur yang cukup dan berkualitas dapat mencegah munculnya depresi dalam diri seseorang.

Leave a Reply