Social Distancing, Bolehkah Anak Tetangga Main ke Rumah?

Kondisi pandemic yang dihadapi lebih dari 200 negara di dunia saat ini tentu menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. Berbagai cara dilakukan oleh tiap negara demi menekan angka penyebaran virus dan mengurangi jumlah kematian akibat penyakit yang ditimbulkan oleh virus corona.

Indonesia saat ini tengah sibuk menggalakkan kampanye social distancing dengan melakukan kegiatan belajar, bekerja dan beribadah dari rumah. Kegiatan yang berpotensi menimbukan perkumpulan dilarang untuk sementara waktu.

Hal ini menuai komentar dari Komisioner Bidang Pendidikan pada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyart. Dalam situasi yang darurat ini, beliau menyarankan kepada para orang tua untuk tegas menolak anak tetangga datang ke rumah untuk bermain. Langkah itu penting demi mencegah penularan virus corona tipe baru.

“Tegas saja menolak, dengan catatan diberi pengertian terlebih dahulu mengapa saat ini dia tidak boleh bermain dulu dengan anak lain,” ujar Retno.

Social Distancing, Bolehkah Anak Tetangga Main ke Rumah?

Beri Pengertian Yang Baik Kepada Anak

Menurut Retno, pada saat virus corona tengah marak seperti saat ini, orang tua memang pantas merasa khawatir. Apalagi ketika datang anak tetangga ke rumah untuk bermain dengan anaknya. Orangtua harus berani tegas menolak anak tetangga datang bermain ke rumah, Meski demikian, orang tua tetap harus memberikan pengertian dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak, baik anaknya sendiri maupun anak tetangga. Sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Jadi jangan hanya melarang, tetapi orang tua juga perlu menjelaskan alasannya,” jelasnya.

Sedangkan menurut Ketua KPAI Susanto, agar bisa mencegah kemungkinan penularan di antara anak-anak yang bertetangga dan kerap bermain bersama, kuncinya ada pada saling pengertian dan menghormati di antara para orang tua.

“Kuncinya saling mengerti, saling menghormati dan saling menjaga agar kesehatan anak dan orang tua tetap prima, serta anak tetap nyaman belajar dan bermain di rumah,” katanya.

Di kesempatan terpisah, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman B Pulungan SpA(K) mengingatkan social distancing juga berlaku untuk anak-anak. Itu artinya, anak tak boleh berinteraksi secara fisik dalam jarak dekat dengan orang lain, termasuk teman-temannya.

“Jangan les, jangan ke taman, jangan main ke rumah teman,” ujar Aman saat konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu

Leave a Reply