Suka Tradisi Ngabuburit ? Ini Asal Mula Jadi Hal Paling Dirindukan Saat Puasa

Suka Tradisi Ngabuburit ? Ini Asal Mula Jadi Hal Paling Dirindukan Saat Puasa

Istilah ngabuburit pasti sudah tak asing lagi di telinga. Ketika bulan Ramadan tiba, ngabuburit adalah momen yang dirindukan. Ngabuburit menjadi ajang untuk bersantai dan berkumpul bagi umat Islam menjelang berbuka.

Kegiatan ngabuburit hampir dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan beberapa daerah memiliki tradisi ngabuburitnya sendiri. Namun, tahukah kamu asal usul ngabuburit?

Istilah yang kini menjadi populer ini sudah ada sejak dahulu kala. Ngabuburit pun jadi tradisi khas di Indonesia. Momen ngabuburit selalu disambut penuh kegembiraan. Tak jarang, ngabuburit juga jadi momen untuk berbagi.

Berikut asal usul ngabuburit, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(8/4/2021).

Dari bahasa Sunda

Ngabuburit merupakan istilah yang berasal dari bahasa Sunda. Ada sejumlah versi asal usul kata ngabuburit. Teori pertama, kata ngabuburit adalah bentuk lakuran atau kata baru yang terbentuk dari hasil penggabungan dua atau lebih kata. Ngabuburit merupakan lakuran dari ngalantung ngadagoan burit yang artinya bersantai-santai sambil menunggu waktu sore.

Teori kedua, ngabuburit sebenarnya berasal dari kata burit yang berarti sore. Waktu ini biasanya antara usai salat asar hingga sebelum matahari terbenam.

Asal mula kata

Dalam bahasa Sunda, memang ada penanda waktu dalam kurun 24 jam. Ini meliputi isuk yang berarti pagi, beurang yang berarti siang hari, burit yang berarti sore hari, dan peuting berarti malam.

Di Sunda, selain ngabuburit, ada juga istilah ngabeubeurang yang maknanya menunggu siang hari. Jika diperhatikan dengan seksama, kata-kata tersebut memiliki struktur awalan nga + pengulangan suku kata depan pada kata dasar + kata dasar.

Contoh: Nga-bu-burit, nga-beu-beurang, nga-nyeu-nyeuri dan lain-lain. Maka merujuk dari itu, istilah ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yang memiliki kata dasar burit yang artinya sore hari menjelang magrib.

Secara morfologis, ada beberapa istilah dalam bahasa Sunda yang memiliki kesamaan dengan kata ngabuburit. Di antaranya adalah betah = ngabebetah (nyaman), nyeri = nganyenyeri (sakit), deuket = ngadeudeket (dekat).

Aktivitas ngabuburit

Kini ngabuburit menjadi sebuah budaya populer di Indonesia. Ngabuburit dilakukan untuk menunggu waktu berbuka. Banyak aktivitas positif yang bisa dilakukan untuk mengisi ngabuburit.

Ngabuburit biasanya dilakukan dengan kegiatan berjalan-jalan, mencari takjil, mengaji, melakukan kegiatan-kegiatan sosial, mendengarkan tausiah, dan lain sebagainya.

 

Leave a Reply