Stop body shamming!

Body shamming merupakan hal yang tidak terpuji yang masih sangat sering terjadi di masyarakat baik disadari ataupun tidak. Bagi yang belum tahu, body shaming adalah mengomentari kekurangan fisik yang ada pada seseorang. Tindakan body shaming ini sering sekali dilakukan dan terselip di berbagai kegiatan orang-orang mulai dari bercanda, basa-basi, obrolan biasa dan banyak lagi.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya adalah seorang pelaku body shaming, hal ini bisa dikarenakan tradisi mengomentari fisik seseorang sudah menjadi kebiasaan umum yang ada di masyarakat. Padahal tidak akan ada orang yang suka jika dirinya menjadi sasaran body shaming. Dibawah ini adalah hal-hal yang menjadi alasan mengapa body shaming harus segera di hentikan:

  1. Menimbulkan seseorang kehilangan percaya diri

body shaming

Selalu dikomentari penampilan fisiknya lambat laun akan membuat seseorang merasa bahwa apa yang ia miliki itu jelek dan tidak pantas ia tampakkan pada orang lain. Ia akan kehilangan kepercayaan dirinya dan kurang optimal dalam mnjalani kehidupan sehari-harinya. Padahal bisa jadi dibalik sekedar penampilan luarnya ia memiliki potensi yang besar di dalam dirinya.

  1. Membuatnya ingin mengubah penampilan hingga membahayakan diri

body shaming

Menjaga penampilan dengan merawatnya itu perlu namun jika seseorang terus-terusan dikomentari kekurangan fisiknya ia akan mempunyai pikiran untuk merubah saja tampilan fisiknya. Bisa dengan operasi plastik, diet ketat, minum obat-obatan berbahaya, suntik putih, dll. Dalam kasus ekstrim hal-hal yang dilakukan untuk merubah penampilan ini bahkan bisa membahayakan jiwa.

  1. Mengubah cara pandang seseorang

body shaming

Saat tampilan fisik dijadikan tolak ukur nilai seseorang maka lambat laun presepsi masyarakat akan beralih menjadi mengutamakan penampilan diatas hal-hal lainnya. Padahal masih banyak hal baik lain dalam diri seseorang selain fisiknya saja.

  1. Depresi

body shaming

Saat seseorang terus-terusan menjadi korban body shaming lambat laun ia bisa menjadi depresi. Ketika seseorang terlahir dengan kondisi fisik yang banyak jadi bahan olok-olok orang namun tidak memiliki kemampuan dan kekuatan untuk merubahnya maka hal itu akan mempengaruhi jiwanya. Ia akan sering mengeluh, tidak bersyukur dan semakin depresi.

Tampilan fisik seseorang adalah anugerah Tuhan yang harus kita jaga dan rawat sebagaimana mestinya, sehingga rasanya tidak etis sekali jika menyinggung tampilan fisik seseorang yang dirasa kurang. Hal ini musti diajarkan dan diterapkan sejak dini agar tidak menjadi kebiasaan hingga dewasa.

Body shaming tidak hanya berpengaruh bagi satu kalangan usia saja namun semuanya. Mulai dari sekarang mari kita hentikan body shaming kepada orang lain dari hal terkecil seperti menghilangkan  panggilan-panggilan “ndut”, “pesek”, “item”, “kerdil”, dll. Marilah kita hargai setiap perbedaan yang ada pada diri orang lain dengan tidak menyinggung kekurangan fisiknya.

Leave a Reply